Rasulullah sebagai Suami

Kuliah Setelah SUbuh, Jumat 26 sept/Ramadhan 08/1429H : Ustdz Adi Junjunan Mustafa

Rasulullah Muhammad SAW adalah junjungan dan tauladan bagi para suami. Sebaik-baiknya sosok suami. Sebagai suami, Rasulullah itu memiliki sifat Romantis, Penyantun, penyabar, dan penyayang. Banyak sekali Kisah-kisah Keromantisan Rasulullah terhadap Istri-istri beliau, terutama kepada Aisyah. karena Aisyah adalah satu-satunya istri rasulullah yang dinikahi dalam keadaan Perawan/gadis dan Aisyahlah yang paling muda dari istri2 rasulullah. Keromantisan Rasulullah dimulai dari pemangilan nama kepada Aisyah seperti panggilan : sayang, Aisy, dan Humairah (si pipi merah). Sampai urusan muamalah lainnya.

Rasulullah Walaupun terkenal Romantis dan penyayang, akan tetapi jika menyangkut hal-hal yang musti diluruskan, beliau akan memberikan pelajaran bagi istri-istri beliau, mana yang haq dan mana yang bathil. Seperti terkisah dalam sirah ( sejarah), pernah satu hari berkumpullah istri-istri baginda Rasul. dan sepakat untuk meminta tambahan harta dunia untuk mereka, yang tentu saja tiada dimiliki oleh Rasulullah. Sehingga menemukan masalah ini rasulullah digambarkan selama satu bulan lamanya bermuram durja, menyendiri selama satu bulan lamanya tiada mendatangi istri-istrinya., sebagai bentuk pemberian pelajaran/Tarbiyah kepada istri-istri beliau. . . . setelah satu bulan lamanya Rasulullah kembali medatangi istri-istri beliau dengan berbekal satu ayat yang diturunkan Allah khusus kepada istri-istri beliau

” Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, ‘Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepada kalian mut’ah (pemberian harta saat bercerai) dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik. Dan Jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan RasulNya serta (Kesenangan) Kampung Akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantara kalian pahala yang besar ” ( QS Al-Ahzab : 28-29)

Aisyah yang diceritakan merupakan Istri pertama beliau Yang disampaikan Ayat ini, langsung serta merta memilih pilihan kedua yaitu Allah-Rasul dan kampung Akhirat . . . . walaupun dikisahkan juga bahwa Aisyah sedikit iseng dengan meminta Rasulullah agar tidak menceritakan Hal ini kepada Istri-istrinya yang lain. tapi Rasulullah harus bersikap Adil, dan akhirnya setelah disampaikan kepada seluruh Istri-istri beliau….kesemuanya lebih memilih Allah-Rasul dan kampung Akhirat . . . dalam suatu syair nasyid yang saya inget-inget lupa..akhirnya damai lah seluruh penjuru kota setelah satu bulan lamanya..rasulullah bermuram durja . . .padahal saat itu diceritakan sahabat Abubakar hendak memberi pelajaran kepada Aisyah anaknya dan Sahabat Umar bin Khatab juga akan ‘menjewer’ Hafsyah anaknya. karena membuat Rasul bersedih.

sungguh alkisah di atas hanya satu-satunya terjadi di kehidupan rumah-tangga rasulullah, selain dari pada itu kehidupan rumah tangga Rasulullah bersama ummahtul mu’minin sangatlah bersahaja dan sangat sederhana, atau kalau boleh dibilang penuh dengan keprihatinan. Pernah suatu hari Aisyah berkata :

” Kami benar-bernar pernah melihat tiga kali kemunculan hilal selama dua bulan, namun tidak pernah kunyalakan tungku ali di rumah-rumah Rasulullah SAW”

lalu Urwah berkata kepada Aisyah :

” Kalau begitu apa yang bisa membuat kalian bertahan hidup?”

Aisyah berkata :

” dua hal, korma dan Air”

Tentang iklan-iklan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s